Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Padi
Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman
Kamis, 4 September 2025 Mendampingi Pemerintah Nagari Ampek Koto dalam rangka memberikan "Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Padi" kepada kelompok Tani Famili Saiyo Kampung Bancah Pabik Jorong Sungai Paku Nagari Ampek Koto Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat.
Narasumber Pelatihan Peningkatan Produksi Tanaman Padi ini adalah dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Kinali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kelompok Tani Famili Saiyo bagaimana cara supaya hasil produksi petani meningkatkan sehingga berdampak bagi perekonomian masyarakat tersebut.
Pelatihan ini diadakan langsung di areal persawahan milik petani dengan tujuan setelah mendapat pengetahuan secara teori sekaligus dapat diaplikasikan secara langsung. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil produksi pertanian adalah dengan membuat media tanam di atas bedengan menggunakan jerami padi. Jerami padi diuraikan di atas bedengan lebih kurang 7-10 hari, agar jerami padi cepat terurai dicampur dengan dedak halus padi, pupuk kandang, aktivator Organik atau dolomit (Kapur tanah). Setelah proses penguraian antara 7-10 hari baru dimulai penanaman padi diatas jerami tersebut, manfaatnya bagi petani adalah mengurangi biaya produksi pertanian, seperti biaya membajak sawah, dan pengurangan pembelian pupuk anorganik serta dapat berberan sebagai mulsa untuk mengurangi tingkat hama sawah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Kinali, Pendamping Lokal Desa, Perangkat Nagari dan staf serta anggota kelompok Tani Famili Saiyo dengan jumlah Peserta yang sebanyak 35 Orang diantara, 10 orang Perempuan dan 25 orang Laki-laki.
Pada Kesempatan ini selaku Pendamping Lokal Desa Nagari Ampek Koto mengharapkan kepada kelompok tani yang sudah mendapatkan pelatihan supaya dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pangan menuju swasembada pangan di Nagari Ampek Koto. selain sebagai nilai tambah pendapatan ekonomi juga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Nagari Ampek Koto. Dalam Pelatihan ini, petani petani mengeluhkan kurangnya intensitas volume air sehingga memicu keterlambatan tanam dan terjadi perebutan air untuk dialiri saat musim tanam dan berharap adanya perhatian khusus baik dari Pemerintah Nagari setempat maupun dari Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi.
Hasil Pantauan dilapangan irigasi sudah ada, akan tetapi ada sumbatan aliran air di hulu dekat bendungan akibat dari tingginya tumpukan pasir yang menumpuk ditambah lagi banyaknya irigasi mengalami kerusakan sehingga aliran air tidak sempurna mengalir sampai ke Sawah Petani.








Komentar
Posting Komentar